Bersama membangun karang umpu

image

Iklan

Kelinci dan Kura-Kura  ( Cerita inspiratif )

Alkisah di negeri hewan, suatu hari kelinci dan kura-kura mengadakan perjanjian untuk lomba lari. Sejak awal sebenarnya sudah bisa diprediksi siapa pemenangnya pastilah si kelinci. Perlombaan yang sangat tidak berimbang dimana sang kelinci yang merupakan sang pelari cepat melawan kura-kura yang bahkan untuk semeter saja perlu waktu yang cukup lama untuk mencapainya.Tetapi kenyataan berkata lain, si kelinci terlampau meremehkan lawan. Maka beberapa meter sebelum garis finish, kelinci malah tidur-tiduran. Maksudnya sih buat ngopor si kura-kura. Ehh tahunya si kelinci malah tidur benaran. Sementara si kura-kura tetap melaju dengan kecepatan lambat tetapi konstan. Dan akhirnya si kura-kuralah yang masuk garis finish duluan, sementara si kelinci masih asyik tidur-tiduran! kk

Pelajaran penting dari cerita ini ingin menyampaikan kepada kita bahwa jangan sekali-kali meremehkan kelemahan orang lain, dan kita harus belajar dari prinsip si kura-kura “alon-alon tapi kelakkon–biar lambat asal selamat”

Malam harinya di kediaman si kelinci, mulai menyesali dan introspeksi diri. Dia menimbang-nimbang tetang kekalahannya tadi siang. Hingga memutuskan untuk menghubungi sikura-kura via sms isinya singkat : besok kita ketemu tanding lagi ditempat yang sama” tantangnya ke kura-kura. Esok harinya mereka kembali berlomba. kali ini kelinci tidak ingin mengecap kekalahan untuk kedua kalinya. Maka semenjak waktu lomba dimulai dari garis start dia tanpa henti berlari dengan kencang dan fokus pada tujuan garis finish. Kali ini si kelinci tidak sedetik pun memicingkan matanya. Kakinya terus berlari tanpa henti hingga menggapai garis finis.

Bagaimana dengan si kura-kura? dia tetap pada prinsipnya biar lambat asal selamat, kini dirinya begitu jauh tertinggal. Pemenang pada lomba kedua adalah si kelinci.kk1

Pelajaran penting dari cerita kedua ini ingin menyampaikan kepada kita bahwa siapa yang cepat dia yang menang.
Berhentikah cerita ini sampai disini? Tidak saudara!

Malam harinya si kura-kura merenung mencari akal dan cara yang lebih baik untuk mengalahkan si kelinci dan akhirnya sikura-kura mengirim sms ke kelinci “besok kita tanding ulang” tantangnya singkat.
Esok paginya mereka kembali bertemu tetapi kali ini bukan di tempat yang sama. Ya untuk pertandingan kali ini si kura-kuralah yang menentukan rute pertandingan. Kelinci tak ambil pusing, toh bagaimanapun rutenya pasti yang tercepatlah pemenangnya.
Lomba pun dimulai, seperti pada hari kedua si kelinci melesat tanpa ragu jauh meninggalkan kura-kura dibelakang, namun alangkah terperanjatnya kelinci, ditengah rute dia harus berhenti, didepannya terpampang sebuah sungai yang sangat lebar dan dalam, sementara garis finish berada tepat dipinggir sungai. Tak ada jalan lain menuju finish selain menyeberangi sungai itu. Astagaaaaanagaaa…!

Sementara si kura-kura tersenyum penuh kemenangan, beberapa lama kemudian dia berhasil menyusul kelinci yang masih dalam keadaan bengoong. Kura-kura dengan ‘cool’nya tanpa ragu dan berbicara sedikitpun segera terjun berenang menyeberang sungai itu .

Siapa pemenangnya?, tentulah sikura-kura.
Pelajaran penting bagi kita dari cerita bagian ketiga ini adalah bahwa kekuatan dan kecepatan bukan zamannya lagi untuk dibangga-banggakan, pemenang adalah orang yang mampu mengetahui potensi dirinya dan mengetahui kelemahan lawannya lalu memaksimalkan semua potensi yang ada padanya dengan menggunakan strategi yang jitu dan matang.

Cerita masih berlanjut saudara….:
Malam harinya sikelinci uring-uringan, kalah telak dan malu berat. Ditengah kefrustasian tersebut tiba-tiba ponselnya berdering, Si kura-kura menelpon.
Besok kita tanding lagi yuk, suara kura-kura dari seberang sana, Rutenya masih yang tadi? tanya kelinci malas-malasan
Ya iyalah… masa ya iya doong…!, jawab kura-kura santai.
Lho kok diem takut yaa? sindir kura-kura.
Tuuutttt tutuuuttelpon ditutup oleh kelinci dengan kasar.

Namun dasar gengsinya kelinci tinggi, maka dia tetap hadir pada perlombaan hari keempat, dirute yang sama seperti kemarin.
Kali ini cara tandingnya beda, kura-kura membisikkan sesuatu ke telinga kelinci. Kelinci pun manggut-manggut dan tersenyum lebar.

Lomba pun dimulai, kali ini berbeda. Dari garis start kelinci menggendong kura-kura dipunggungnya, kelinci pun berlari kencang. Sampai di pinggir sungai kura-kura turun dari punggung kelinci. Dan kali ini kelinci yang balik naik ke punggung kura-kura.kk2  Dan kecepatan mereka hari ini lebih cepat dari pada hari ketiga.

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari perlombaan kali ini?
Sang pemenang sejati adalah yang tidak ingin menang sendiri. Dan yang lebih penting adalah kita belajar tentang sebuah kekuatan bernama SINERGI. kita memiliki potensi yang luar biasa, orang lain pun memiliki potensi yang luar biasa dan apabila kedua kekuatan atau potensi ini dipadukan maka sebesar apa pun tantangan yang menghadang kita, yakin kita bisa melewatinya.

KEBERSAMAAN MEMBANGUN KAMPUNG

warga antusias dalam kegiatan gotong royong perbaikan jalan
warga antusias dalam kegiatan gotong royong perbaikan jalan

Karpu News,

Warga Kampung Karang Umpu kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Jum’at (17/10) melakukan kegiatan gotong-royong perbaikan jalan. Kegiatan gotong royong tersebut untuk meningkatkan kualitas jalan tembus dari Karang Umpu menuju KM. 5 Blambangan Umpu.

Kondisi jalan alternatif yang sangat dibutuhkan warga ini kondisinya sangat memprihatinkan dengan kedalaman lubang yang mencapai 50 cm , Warga khawatir jika ini tidak cepat ditangani, semakin lama akan bertambah lebar disebabkan volume kendaraan yang berlalu-lalang bukan hanya kendaraan kecil, namun kendaraan truk pun sering melintas. harapan masyarakat dengan perbaikan yang dilakukan akan meminimalisir kerusakan jalan yang akan meluas terlebih sudah dekat dengan musim penghujan. ( aji )

Blambangan Umpu-20141017-01551 Blambangan Umpu-20141017-01552

LOKET PLN KARANG UMPU

Usaha Loket Listrik siapa yang tak mengenal bisnis ini istilah kerennya PPOB ( Payment Point Online Bank ), namun tidak semua orang tertarik menggeluti Usaha Loket Listrik setelah melakukan pendalaman Analisis Usaha Loket Listrik. Dilihat dari segi peluang bisnis, dengan sekejap mata kita bisa menyimpulkan Usaha Loket Listrik layak dan memenuhi syarat untuk dapat dilakukan dengan kecanggihan perkembangan teknologi sekarang ini. Hal yang menjadi pertimbangan syarat kelayakan adalah Pertama konsumen sudah dipastikan ada, karena semua rumah menggunakan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan setiap bulannya mereka harus membayar tagihan listrik yang digunakan.Kedua karena Usaha Loket Listrik berbasis teknologi modern yaitu bersifat online artinya cara kerjanya menggunakan akses internet di mana perangkat untuk alat itu mudah sekali mendapatkannya. Ketiga  jenis usaha ini termasuk usaha rumahan dan bersifat mobile, artinya dapat dikerjakan dimana saja.

Kini telah hadir di Kampung kita Loket Pembayaran Listrik online yang berlokasi di depan kantor kampung karang umpu, dengan adanya loket PLN diKampung ini maka masyarakat akan lebih mudah melakukan pembayaran PLN dengan jarak yang lebih dekat dari rumah. selain pembayaran langsung ke loket, loket PLN karang umpu juga bisa membayar secara abodemen dengan kata lain, setiap bulan per tanggal 15 seorang petugas loket akan datang kerumah warga yang telah terdaftar sebagai member untuk melakukan pembayaran tanpa harus datang ke loket, kelebihan sistem pembayaran abodemen adalah lebih aman, lebih nyaman, dan tidak repot karna petugas sendiri yang datang kerumah warga. (Aji) 

membuat pupuk kompos sendiri

Kompos adalah salah satu bentuk pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Kompos merupakan istilah pupuk organik buatan manusia yang bahan bakunya berasal dari sisa-sisa tanaman atau binatang yang melapuk secara alamiah. Namun demikian proses pelapukannya dapat dipercepat dengan bantuan jasad renik pengurai.

Pemupukan lahan dengan pabrik seperti : Urea, TSP, dan KCL disertai dengan memberikan kompos akan memberikan hasil yang lebih baik, dibandingkan dengan menggunakan pupuk pabrikan saja. Oleh karena itu pemberian kompos pada lahan pertanian menjadi penting dalam pembangunan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

PERANAN KOMPOS DALAM TANAH

Akar tanaman paling banyak terdapat pada lapisan atas ( top soil ) sampai kedalaman ±30cm. Pada lapisan ini umumnya mengandung kompos ( pupuk organik ) paling banyak. Kompos memiliki kelebihan sebagai berikut :

1.      Dapat menyerap air 2-4 kali dari beratnya atau bermanfaat sebagai cadangan air.

2.      Dapat menawarkan racun Al dan Fe yang merugikan tanaman.

3.      Dapat menyimpan hara sekaligus sebagai cadangan makanan.

4.      Dapat memperbaiki struktur tanah.

5.      Meningkatkan manfaat pemberian pupuk pabrik ( Ure, TSP, KCL ).

6.      Dapat mengurangi erosi.

7.      Memperbaiki kehidupan mikroba tanah.

8.      Dapat meningkatkan PH pada tanah asam.

CARA PEMBUATAN KOMPOS

A.      Bahan

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kompos adalah limbah pertanian seperti : jerami padi, daun kering, daun segar batang pisang, dedak, abu dapur, pupuk UREA, TSP, KCL, serta sampah rumah tangga yang sudah lapuk.

jerami.jpg - 35.06 Kb

B.      Alat-alat yang ddiperlukan.

1.      Cetakan yang terbuat dari 4 lembar papan, ukuran 150x300cm atau dapat juga dengan menggunakan ubin semen

2.      Dua batang bambu yang diletakkan di sebelah kanan dan kiri cetakan dengan panjang @350cm.

3.      Empat batang bambu dengan panjang @150cm, untuk membuat saluran udara pada cetakan.

4.      Plastik hitam/terpal/karung goni untuk menutup kompos yang selesai di olah.

5.      Tali plastik/rapia untuk mengikat kompos yang telah ditutup dengan plastik/terpal/karung goni tadi.

TAHAPAN PEMBUATAN KOMPOS

 

Letakkan cetakan berbentuk segi empat panjang  pada lahan datar ( apabila ada ubin semen tak perlu menggunakan papan ) dan pada kedua sisinya yang berhadapan dipasang bambu sebagai pegangan.

Semua bahan dimasukkan kedalam cetakan dengan urutan sebagai berikut : jerami padi atau limbah pertanian di cacah/potong kecil-kecil, dimasukkan kedalam cetakan sambil di injak-injak sampai tumpukan penuh setinngi cetakan (25cm). Setiap tumpukan diberi hijauan daun segar 5kg secara merata. Di atas lapisan hijauan daun segar ditabur kotoran ternak yang masih baru secara merata (tebal 3cm). Pupuk UREA, TSP serta kapur masing-masing 1kg ditabur secara merata pada lapisan tahap pertama.

Tancapkan empat batang bambu di empat tempat pada lapisan pertama. Alat cetakan diangkat dan diletakkan kembali di atas lapisan pertama yang terlebih dahulu disetiap sudutnya dipasang bambu sebagai tumpukan alat cetakan.
bungkusppk.jpg - 37.11 Kb
Untuk membuat lapisan kedua sampai lapisan keempat perlakuan nya sama dengan cara membuat lapisan pertama. Setiap lapisan yang terbentuk perlu disiram air sebanyak 5 liter. Empat lapisan yang terbentuk  akan mencapai tinggi 100cm. Empat batang bambu yang di tancapkan pada awal pembuatan kompos dicabut kembali, sehingga menjadi lubang pada tumpukan yang berguna untuk mengatur sirkulasi udara.

Timbunan kompos tersebut yang terdiri dari empat lapisan  tersebut  ditutup dengan lembaran plastik hitam/terpal/karung goni dan diikat dengan tali plastik/rapia.

Jika pembuatan kompos dilakukan pada musim kemarau, setiap 2 hari sekali timbunan kompos disiram agar kelembabannya dapat dipertahankan. Setelah beberapa hari, suhu akan meningkat mencapai 60°C.

Setiap 14 hari tumpukan kompos dibalik kesebelah sisi yang kosong dengan tetap menggunakan alat pencetak tan ditutup kembali dengan plastik/terpal penutup seperti semula. Akibat proses pelapukan timbunan kompos akan menyusut 1/3bagian. Untuk mempertahankan suhu pada setiap lapisam hasil pembalikan ditebarkan hijauan daun segar. Ketika membalikkan kompos diusahakan bagian luar ditempatkan ke bagian dalam, sehingga proses pembusukan merata. Demikian seterusnya sampai kompos matang dengan ciri-ciri kondisi bahan yang mulai hancur, berwarna kelam, seragam warna dan tekstur (butiranya), remah dan berbau segar. Kompos semacam ini setelah tujuh minggu pasti aman untuk tanaman.

TANDA-TANDA KOMPOS YANG SUDAH JADI

 

Kompos yang sudah jadi bisa langsung digunakan untuk memupuk tanaman, apabila tidak langsung digunakan harus disimpan ditempat teduh. Kompos bisa digunakan untuk memupuk tanaman tahunan. Apabila jumlah kompos banyak, bisa digunakan dengan cara ditebar sebanyak 4-6kg/M2, lalu diaduk dengan tanah. Apabila jumlah kompos sedikit dapat digunakan dengan cara menaburkan disekeliling lubang tanaman atau sepanjang larikan dengan dosis 5ton/ha.

PETANI KARANG UMPU SETUJU BBM NAIK, ASALKAN…….

Karang Umpu, News

Wacana pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang diserukan Presiden terpilih Joko Widodo disambut baik oleh sejumlah petani karet di Waykanan. Namun dengan catatan subsidi BBM dialihkan untuk menstabilkan harga pertanian sehingga ada harga terendah ditingkat petani “saya setuju dengan pengalihan subsidi BBM, lebih-lebih kalau harga hasil pertanian distabilkan melalui pengalihan subsidi BBM.

Misalnya saat ini harga karet di petani berkisar di harga lima ribu rupiah dan terus merangkak turun setiap minggu, apabila ada harga terendah dipetani senilai dua belas ribu rupiah perkilogram, maka pemerintah menyediakan anggaran untuk mencukupi sampai titik dua belas ribu rupiah itu, artinya yang disiapkan pemerintah senilai tujuh ribu rupiah,” ucap Indar (28) petani karet yang bermukim di RT/RW 01/01 Karang Umpu, Kemarin.

Masih lanjutnya tetap harus ada batas harga tertinggi harga di petani dan jika harga karet dunia melebihi harga tertinggi maka selebihnya tetap harus kembali ke pemerintah sehingga ada timbal balik dan tidak serta merta selalu membebani pemerintah, tetapi kita juga bisa membantu pemerintah. Begitupun dengan harga pertanian lainya, seperti gabah, kelapa sawit, cabai dan lainya.

hal senada juga dikatakan oleh M. Kosim  kepala kampung Karang Umpu yang beralamat di jl. Lintas Sumatra KM. 205 mengatakan  bahwa itu ide yang bagus dengan mengalihkan subsidi keharga pertanian akan meningkatkan taraf hidup petani.

“Tarik subsidi dan alihkan kepenjagaan harga, dan pemerintah harus menyiapkan anggaran dari pusat dan daerah untuk membangun gudang-gudang dan putaranya, contoh bila beras di lampung murah dan di papua mahal maka segera dikirim ke papua dengan perincian menguntungkan dan stabilnya harga sehingga beban subsidi tidak terlalu membebani pemerintah, jika sekarang harga karet kering murah disegerakan melakukan pembinaan ke masyarakat padat karya mengajak dan mengajarkan membuat barang setengah jadi atau barang jadi yang akan meningkatkan harga dari petani itu sendiri,” tandasnya saat ditemui dikediamanya. (Aji)

RUU Pilkada kecelakaan sejarah

Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang akan mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah ke DPRD dianggap banyak kalangan sebagai kemunduran demokrasi. RUU Pilkada yang diinisiasi Koalisi Merah Putih ini menganggap pemilu langsung rawan dengan biaya politik tinggi sehingga mekanisme melalui vooting di DPRD akan menghemat pengeluaran calon serta mencegah terjadinya transaksi politik.

Artinya, semangat demokrasi yang sejak awal diperjuangkan lewat reformasi melalui pemilihan langsung nantinya akan ditiadakan. Pengamat komunikasi politik yang juga Kepala Kampung Karang Umpu, M. Kosim saat dihubungi via ponsel mengaku sangat kecewa dengan langkah-langkah politik yang ditempuh partai-partai yang tergabung dalam koalisi Merah Putih pasca-kemenangan Jokowi-JK. Usai sukses menggolkan Undang-Undang MD3 sepertinya petualangan politik koalisi Merah Putih dalam mensikapi kemenangan Jokowi-JK tidak ada habisnya.

“Seperti halnya pembentukan panitia khusus pemilu, semangat RUU Pilkada juga dirancang untuk mencegah makin membesarnya dukungan rakyat untuk Jokowi-JK. Pemilihan langsung oleh rakyat selama ini sudah jelas-jelas untuk memberi kebebasan demokrasi bagi rakyat secara langsung untuk memilih kepala daerahnya tetapi hak itu dirampas lagi dan diberikan kepada segelintir elit politik di dewan,” jelas Kosim kepada News KU. “Ini sama saja membuka peluang terjadinya transaksi politik kepada segelintir elit politik yang memiliki agenda politik terselubung.

Sangat membahayakan bagi kelangsungan demokrasi kita jika pilkada dikembalikan ke DPRD. Bukankah cerita buruk tentang pemilihan kepala daerah lewat DPRD masih kita ingat? Tinggal menyediakan dana besar untuk separuh lebih satu suara maka calon kepala daerah yang memiliki sokongan dana besar pasti akan menang di Pilkada lewat DPRD. Aspirasi rakyat rawan dicurangi oleh ulah politisi tamak,” imbuhnya. jika anggota DPR masih mempunyai nurani dan keberpihakkan kepada demokrasi, maka niat untuk mengembalikan pilkada kepada DPRD sebaiknya dibatalkan.

“Pilihan tidak langsung adalah kecelakaan sejarah demokrasi karna menghilangkan hak konstitusi masyarakat. Jangan sampai dikurangi apalagi dihilangkan hak-hak itu, haram hukumnya di negara demokratis” jelas dia. Justru nanti tambahnya, calon yang menang adalah pemodal besar yang punya agenda ingin mengembalikan pengeluaran politik selama pemilihan dengan menjarah habis-habisan potensi ekonomi daerah yang dipimpinnya. Ketika ditanya perihal kemelut BBM yang terjadi sekarang, dirinya menjelaskan bahwa sebenarnya itu mudah apabila soal biaya oprasionalnya terbuka apalagi presiden terpilih sudah memiliki rencana positif untuk mengelola kilang minyak sendiri. (Aji)

Mari bahu-membahu singsingkan lengan kita dan turun tangan membangun kampung tercinta, janganlah kita berpangku tangan